Waktu dua minggu lagi cuti melahirkan, mulailah Nadhira kuajarkan untuk minum ASI perah yang udah disimpan di kulkas. Ternyata tidak mudah untuk mengajarkan hal ini. Rencana awal sih aku maunya ga pake dot, karena menurut literatur bisa bikin nipple confusion (bingung puting) sama katanya ga bagus buat pertumbuhan gigi. So, aku mencoba minumin pake sendok. Karena waktu itu masih sendirian (ga pake pengasuh, jadi neneknya Nadhira yang akan ngerawat pas aku kembali kerja), so aku yang ngajarin minum pake sendok. Walhasil ngamuk-ngamuk dia ga mau minum asip pake sendok trus nangis kenceng (padahal biasanya juarang nangis). Ga tega liat dia nangis kenceng ya sudah deh gagal sesi latihannya, langsung deh ku nenenin kayak biasanya. :(
Senin, 25 Juli 2011
What is BPA?
Banyak produk yang mengklaim dirinya BPA free. Apa itu BPA? Kenapa harus BPA free? Lets share..
BPA kependekan dari Bisphenol-A adalah zat kimia yang biasa ditambahkan kedalam produk plastik supaya warnanya menjadi bening mengkilap atau yang disebut policarbonat (PC). Botol susu bayi yang bening mengkilap adalah contoh produk yang sudah ditambahi BPA. Produk dengan label nomor 7 adalah produk yang mengandung BPA. Dari gambar tiga botol susu dibawah ini dua diantaranya berbahan PC sehingga mengandung BPA. Produk yang kiri dan tengah mempunyai penampakan yang mengkilap dan bening, produk inilah yang mengandung BPA. Sedangkan produk yang kanan warnanya buram dan lebih lentur berbahan PP (nomor 5) yang aman dari BPA (BPA free).
Mengapa BPA berbahaya?
Ikatan kimia antar BPA dalam produk plastik tidak stabil, sehingga ketika disterilisasi baik dengan sterilisator ataupun direbus maka akan terlepas dan dapat mengkontaminasi bahan lainnya. Batasan toleransi intake BPA adalah 0,05mg/kgbb/hari. Angka yang sangat kecil sekali. Dampak BPA bagi kesehatan antara lain adalah kanker prostat, kanker payudara, perubahan sistem imun dan masih banyak lagi.
So, untuk meminimalisir dan menghindari bahaya dari BPA, moms harus selalu perhatikan bahan yang digunakan untuk alat makan baby kita. Selalu cek bahan pembuatnya. Pilih bahan yang berasal dari PP (nomor 5), PP bebas BPA. Botol PP ini warnanya keruh dan lebih lentur bahannya. Hindari membeli wadah plastik dari polikarbon (nomor 7). Botol kaca bebas BPA, gunakan botol kaca untuk menyimpan ASIP, bisa juga untuk minum, tetapi botol kaca cenderung lebih berat dan rentan pecah, sehingga perlu hati-hati. Selamat memilih plastik yang aman ya Moms...
BPA kependekan dari Bisphenol-A adalah zat kimia yang biasa ditambahkan kedalam produk plastik supaya warnanya menjadi bening mengkilap atau yang disebut policarbonat (PC). Botol susu bayi yang bening mengkilap adalah contoh produk yang sudah ditambahi BPA. Produk dengan label nomor 7 adalah produk yang mengandung BPA. Dari gambar tiga botol susu dibawah ini dua diantaranya berbahan PC sehingga mengandung BPA. Produk yang kiri dan tengah mempunyai penampakan yang mengkilap dan bening, produk inilah yang mengandung BPA. Sedangkan produk yang kanan warnanya buram dan lebih lentur berbahan PP (nomor 5) yang aman dari BPA (BPA free).
Mengapa BPA berbahaya?
Ikatan kimia antar BPA dalam produk plastik tidak stabil, sehingga ketika disterilisasi baik dengan sterilisator ataupun direbus maka akan terlepas dan dapat mengkontaminasi bahan lainnya. Batasan toleransi intake BPA adalah 0,05mg/kgbb/hari. Angka yang sangat kecil sekali. Dampak BPA bagi kesehatan antara lain adalah kanker prostat, kanker payudara, perubahan sistem imun dan masih banyak lagi.
So, untuk meminimalisir dan menghindari bahaya dari BPA, moms harus selalu perhatikan bahan yang digunakan untuk alat makan baby kita. Selalu cek bahan pembuatnya. Pilih bahan yang berasal dari PP (nomor 5), PP bebas BPA. Botol PP ini warnanya keruh dan lebih lentur bahannya. Hindari membeli wadah plastik dari polikarbon (nomor 7). Botol kaca bebas BPA, gunakan botol kaca untuk menyimpan ASIP, bisa juga untuk minum, tetapi botol kaca cenderung lebih berat dan rentan pecah, sehingga perlu hati-hati. Selamat memilih plastik yang aman ya Moms...
Minggu, 10 Juli 2011
Peralatan tempur memerah ASIP bagi ibu bekerja
Apa saja yang dibutuhkan untuk memerah ASI bagi ibu bekerja...?
Here the list...
1. Botol penyimpan ASIP, bunda prefer botol kaca..(udah pasti bebas BPA) trus supaya ekonomis pake botol bekas UC 1000 aja, tinggal beli tutup ulir plastiknya di olshop banyak :)
2. Cooler bag dan ice gelnya
3. Breastpump (jika menggunakan) or kalo tangan ya pasti ga mungkin ketinggalan
4. Tissue or handuk, buat lap tangan setelah cuci tangan sebelum memerah
5. Label stiker, untuk menandai botol penyimpanan asip, tanggal dan jam perah (Kan manajemen asipnya pake metode first in first out)
Waduh gambarnya lupa belum tak rotate hehe... Ini dia fresh milk, siap untuk masuk kulkas... :)
Here the list...
1. Botol penyimpan ASIP, bunda prefer botol kaca..(udah pasti bebas BPA) trus supaya ekonomis pake botol bekas UC 1000 aja, tinggal beli tutup ulir plastiknya di olshop banyak :)
2. Cooler bag dan ice gelnya
3. Breastpump (jika menggunakan) or kalo tangan ya pasti ga mungkin ketinggalan
4. Tissue or handuk, buat lap tangan setelah cuci tangan sebelum memerah
5. Label stiker, untuk menandai botol penyimpanan asip, tanggal dan jam perah (Kan manajemen asipnya pake metode first in first out)
Waduh gambarnya lupa belum tak rotate hehe... Ini dia fresh milk, siap untuk masuk kulkas... :)
Langganan:
Postingan (Atom)

